RECOVERA
← Semua artikelPanduan klinis

Rumus tetesan infus dan cara menghitungnya, dengan contoh

Panduan klinis · 10 menit baca
Ditinjau Terbit
Rumus tetesan infus dan cara menghitungnya, dengan contoh

Menghitung tetesan infus adalah satu rumus sederhana yang sering salah bukan karena rumusnya sulit, melainkan karena dua hal: faktor tetes yang dipakai tidak sesuai set infusnya, dan satuan waktu yang belum diubah ke menit. Halaman ini menuliskan rumusnya, mengerjakan empat contoh sampai selesai, lalu menunjukkan cara memeriksa ulang hasilnya.

Rumusnya

Tetes per menit = (volume cairan dalam mL x faktor tetes) dibagi (lama pemberian dalam menit).

Tiga hal yang perlu ada sebelum menghitung: berapa mL cairan yang akan diberikan, berapa faktor tetes set infus yang dipakai, dan berapa lama cairan itu harus habis. Kalau salah satunya belum pasti, hasilnya belum bisa dipakai.

Perhatikan bahwa penyebutnya menit, bukan jam. Ini kesalahan yang paling sering muncul, dan akibatnya bukan sedikit meleset melainkan enam puluh kali lipat.

Faktor tetes, dan kenapa berbeda antar set

Faktor tetes adalah jumlah tetes yang diperlukan untuk menghasilkan satu mL cairan pada set infus tertentu. Angkanya ditentukan oleh ukuran lubang penetes di dalam bilik tetes, jadi ia sifat alat, bukan sifat cairannya.

Set makro dipakai untuk pemberian dewasa pada umumnya. Nilai yang lazim ditemui 15 atau 20 tetes per mL, dan angkanya berbeda antar merek. Set mikro, yang dipakai untuk pemberian dengan volume kecil dan pengaturan yang lebih halus seperti pada anak, memakai 60 tetes per mL.

Karena angkanya berbeda antar merek, jangan memakai angka yang diingat dari catatan kuliah. Yang berlaku adalah angka yang tertera pada kemasan set infus yang benar-benar dipakai saat itu. Menghitung dengan faktor 20 sementara set yang terpasang faktor 15 akan membuat cairan habis lebih lambat dari yang direncanakan.

Contoh 1: 500 mL dalam 8 jam, set makro faktor 20

Ubah dulu waktunya ke menit: 8 jam x 60 = 480 menit.

Masukkan ke rumus: (500 x 20) dibagi 480 = 10.000 dibagi 480 = 20,83.

Dibulatkan menjadi 21 tetes per menit. Pembulatan dilakukan di langkah terakhir, bukan di tengah perhitungan.

Contoh 2: 1.000 mL dalam 24 jam, set makro faktor 15

Waktunya: 24 jam x 60 = 1.440 menit.

(1.000 x 15) dibagi 1.440 = 15.000 dibagi 1.440 = 10,42.

Dibulatkan menjadi 10 tetes per menit. Perhatikan bahwa volumenya dua kali contoh pertama, tapi tetesannya justru setengahnya, karena waktunya tiga kali lebih panjang dan faktor tetesnya lebih kecil.

Contoh 3: 240 mL dalam 6 jam, set mikro faktor 60

Waktunya: 6 jam x 60 = 360 menit.

(240 x 60) dibagi 360 = 14.400 dibagi 360 = 40.

Hasilnya bulat: 40 tetes per menit. Pada set mikro angkanya sering terasa besar dibanding set makro untuk volume yang sama, dan itu wajar karena tiap tetesnya jauh lebih kecil.

Contoh 4: 1.000 mL dalam 12 jam, set makro faktor 20

Waktunya: 12 jam x 60 = 720 menit.

(1.000 x 20) dibagi 720 = 20.000 dibagi 720 = 27,78.

Dibulatkan menjadi 28 tetes per menit.

Contoh 5: sisa cairan di tengah pemberian

Keadaan yang sering muncul di lapangan bukan menghitung dari awal, melainkan menyesuaikan di tengah jalan. Misalnya kantong 500 mL yang seharusnya habis dalam 8 jam ternyata baru berkurang 200 mL setelah 4 jam berjalan.

Yang dihitung adalah sisanya, bukan volume awalnya. Sisa cairan 500 dikurangi 200 sama dengan 300 mL, dan sisa waktu 8 dikurangi 4 sama dengan 4 jam, yaitu 240 menit.

Pada set faktor 20: (300 x 20) dibagi 240 = 6.000 dibagi 240 = 25 tetes per menit. Angkanya naik dari 21 yang dihitung di awal, dan itu masuk akal karena volume yang tersisa harus diberikan dalam waktu yang lebih pendek dari rencana semula.

Perlu dicatat: penyesuaian seperti ini punya batas. Kalau ketertinggalannya besar, mengejar dengan menaikkan tetesan bukan keputusan yang otomatis benar, dan itu keputusan klinis, bukan keputusan aritmetika.

Menghitung arah sebaliknya

Kadang yang ditanyakan bukan berapa tetesannya, melainkan berapa lama cairan akan habis pada tetesan yang sudah terpasang. Rumusnya dibalik: lama dalam menit = (volume x faktor tetes) dibagi tetes per menit.

Misalnya 500 mL pada set faktor 20 yang mengalir 28 tetes per menit: (500 x 20) dibagi 28 = 10.000 dibagi 28 = 357 menit, atau sekitar 5 jam 57 menit.

Perhitungan arah balik ini berguna untuk memeriksa apakah cairan akan habis pada waktu yang diharapkan, dan untuk memperkirakan kapan perlu dilakukan penggantian.

Kesalahan yang paling sering terjadi

Lupa mengubah jam menjadi menit. Ini penyebab nomor satu, dan hasilnya melesat enam puluh kali. Kalau angka yang keluar terasa aneh besarnya, periksa bagian ini lebih dulu.

Memakai faktor tetes dari set yang berbeda. Nilai 15, 20, dan 60 semuanya sah, tapi hanya satu yang benar untuk set yang sedang terpasang.

Membulatkan di tengah perhitungan. Membulatkan 20,83 menjadi 21 di akhir adalah benar; membulatkan hasil antara lalu meneruskan perhitungan akan menumpuk selisih.

Memasukkan volume total padahal sebagian sudah masuk. Yang dihitung adalah volume yang masih akan diberikan dalam sisa waktu, bukan volume awal kantongnya.

Menganggap tetesan yang sudah diatur akan tetap sama sepanjang waktu. Posisi lengan, tinggi kantong, dan keadaan jalur bisa mengubahnya, sehingga tetesan perlu diperiksa ulang secara berkala, bukan disetel sekali lalu ditinggal.

Cara memeriksa ulang hasil hitungan

Pertama, uji kewajarannya. Untuk pemberian dewasa pada set makro, angka satu digit atau angka di atas seratus hampir selalu menandakan ada yang keliru di satuan waktu.

Kedua, hitung arah balik. Masukkan hasil tetesanmu ke rumus kebalikannya dan lihat apakah lama pemberiannya kembali ke angka yang diminta. Kalau tidak kembali, kesalahannya ada di salah satu dari tiga masukan.

Ketiga, hitung dengan pecahan sederhana sebagai pembanding kasar. Pada faktor 20, volume dalam mL dibagi tiga kali jumlah jam mendekati hasilnya. Untuk contoh pertama: 500 dibagi 24 mendekati 21, dan itu cocok. Cara ini bukan pengganti perhitungan, hanya penyaring cepat kalau angkanya jauh melenceng.

Keempat, hitung langsung di tempat dengan menghitung tetes selama enam puluh detik penuh setelah tetesan diatur. Perhitungan di kertas menentukan targetnya; yang menentukan kenyataan adalah tetesan yang benar-benar mengalir.

Yang tidak bisa dijawab rumus

Rumus ini menjawab berapa tetes per menit untuk mencapai volume dan waktu yang sudah ditentukan. Ia tidak menjawab berapa volume yang tepat, cairan jenis apa, dan berapa lama pemberiannya. Ketiga hal itu keputusan klinis yang ditentukan berdasarkan kondisi pasien, dan berada di luar jangkauan perhitungan mana pun.

Halaman ini disusun tim Recovera, layanan terapi vitamin drip yang datang ke lokasi di area Jabodetabek. Protokol medis layanan kami diawasi dr. Ahmad Fauzan, M.Ked (Cardio), Sp.JP dan dr. Cut Hafiah Halidha, M.Gizi, SpGK.

Catatan: artikel ini bersifat edukasi umum, bukan anjuran medis personal. Untuk kebutuhan spesifik, konsultasikan dulu dengan tenaga medis. Di Recovera, tiap sesi diawali skrining kondisi.

Pertanyaan yang sering ditanya

Apa rumus tetesan infus?+

Tetes per menit sama dengan volume cairan dalam mL dikali faktor tetes, dibagi lama pemberian dalam menit. Perhatikan bahwa penyebutnya menit, bukan jam; ini kesalahan yang paling sering terjadi dan membuat hasilnya melesat enam puluh kali.

Berapa faktor tetes yang harus dipakai?+

Yang tertera pada kemasan set infus yang sedang dipakai. Set makro umumnya 15 atau 20 tetes per mL tergantung merek, sementara set mikro 60 tetes per mL. Angka yang diingat dari catatan belum tentu cocok dengan set yang terpasang.

Bagaimana cara menghitung tetesan infus 500 mL dalam 8 jam?+

Ubah dulu 8 jam menjadi 480 menit. Pada set faktor 20: (500 dikali 20) dibagi 480 sama dengan 10.000 dibagi 480 sama dengan 20,83, dibulatkan menjadi 21 tetes per menit. Kalau set yang dipakai faktor 15, hasilnya berbeda.

Apa bedanya set makro dan set mikro?+

Bedanya di ukuran lubang penetes, sehingga jumlah tetes untuk satu mL berbeda. Set makro menghasilkan tetes yang lebih besar dengan faktor 15 atau 20, dipakai untuk pemberian dewasa umumnya. Set mikro memakai faktor 60 dan dipakai saat volumenya kecil dan pengaturannya perlu lebih halus.

Kenapa hasil hitungan saya berbeda dengan teman sekelas?+

Paling sering karena faktor tetes yang dipakai berbeda, atau salah satu dari kalian belum mengubah jam menjadi menit. Cek juga apakah pembulatan dilakukan di akhir, bukan di tengah perhitungan.

Bagaimana menghitung berapa lama cairan akan habis?+

Balik rumusnya: lama dalam menit sama dengan volume dikali faktor tetes, dibagi tetes per menit. Contohnya 500 mL pada set faktor 20 yang mengalir 28 tetes per menit habis dalam 10.000 dibagi 28 sama dengan sekitar 357 menit, atau kira-kira 5 jam 57 menit.

Baca juga