Flebitis: tanda, penyebab, dan cara menurunkan risikonya

Flebitis adalah peradangan pada dinding pembuluh darah vena. Dalam konteks pemasangan infus, ia termasuk komplikasi yang paling sering ditemui, dan itu sebabnya pengenalannya termasuk hal dasar yang perlu dikuasai siapa pun yang memasang atau merawat jalur infus.
Yang membuatnya penting bukan karena selalu berat, melainkan karena mudah dicegah dan mudah terlewat. Peradangan yang dikenali awal umumnya selesai dengan melepas jalur dan merawat lokasinya; yang dibiarkan bisa berkembang menjadi infeksi setempat.
Kenapa bisa terjadi pada pemasangan infus
Ada tiga jalur yang biasanya disebut. Pertama, rangsangan mekanis: kateter yang bergerak-gerak di dalam vena, ukurannya terlalu besar untuk vena yang dipilih, atau pemasangannya kurang stabil sehingga terus bergesekan dengan dinding vena.
Kedua, rangsangan kimia: cairan atau obat yang sifatnya mengiritasi dinding vena, misalnya karena kepekatan atau keasamannya berbeda jauh dari darah.
Ketiga, jalur bakteri, yang berkaitan dengan kebersihan saat pemasangan dan perawatan berikutnya. StatPearls menyebut bahwa flebitis lebih mungkin terjadi pada teknik aseptik yang buruk atau terapi intravena yang berkepanjangan, dan bahwa ia bisa berkembang menjadi infeksi setempat atau selulitis.
Ketiganya bisa muncul bersamaan, dan pada praktiknya sering tidak bisa dipisahkan dengan pasti setelah kejadiannya berlangsung.
Tandanya
Nyeri atau rasa perih di sekitar lokasi tusukan, yang bertambah saat cairan mengalir atau saat area itu disentuh.
Kemerahan pada kulit di sekitar lokasi, kadang memanjang mengikuti arah vena, bukan cuma melingkar di titik tusukan.
Bengkak dan rasa hangat pada kulit di area yang sama.
Vena yang teraba mengeras seperti tali, yang menandakan peradangan sudah melibatkan dinding vena lebih luas.
Aliran cairan yang melambat atau berhenti juga bisa menyertainya, meski itu sendiri punya banyak sebab lain.
Yang perlu diingat: tanda-tanda ini muncul bertahap, dan yang paling awal biasanya cuma keluhan tidak nyaman yang mudah dianggap wajar. Karena itu penilaian lokasi tusukan dilakukan berkala, bukan hanya saat pasien mengeluh.
Yang menaikkan risikonya
Lama jalur terpasang. Semakin lama kateter berada di dalam vena, semakin besar kemungkinannya. StatPearls menyebutkan konsensus ahli internasional merekomendasikan lama pemasangan umumnya dijaga di bawah empat hari untuk menekan kejadian flebitis dan infiltrasi.
Ukuran kateter yang tidak sepadan dengan vena yang dipilih. Kateter besar pada vena kecil menyisakan sedikit ruang untuk aliran darah di sekitarnya.
Lokasi pemasangan. Area yang banyak bergerak seperti dekat sendi membuat kateter lebih sering bergeser.
Sifat cairan atau obat yang diberikan, terutama yang pekat atau mengiritasi.
Fiksasi yang kurang baik, sehingga kateter bergerak setiap kali pasien menggerakkan tangannya.
Dan yang paling bisa dikendalikan: kebersihan saat pemasangan dan saat perawatan berikutnya.
Yang menurunkan risikonya
Teknik aseptik saat pemasangan. Ini yang paling menentukan, dan yang paling sering dikompromikan ketika sedang terburu-buru.
Alat sekali pakai yang kemasannya utuh dan baru dibuka saat akan dipakai. Jarum, kateter, dan set infus tidak dipakai ulang, dan kemasan yang sudah terbuka sebelumnya tidak dipakai.
Memilih ukuran kateter terkecil yang masih memenuhi keperluan, dan memilih vena yang sepadan dengannya.
Fiksasi yang rapi sehingga kateter tidak bergerak, dan penutup lokasi yang tetap kering dan bersih.
Penilaian lokasi secara berkala selama jalur terpasang, bukan hanya saat ada keluhan. Peradangan awal jauh lebih mudah ditangani daripada yang sudah berkembang.
Pada sesi pemberian yang berlangsung singkat dan diawasi dari awal sampai selesai, sebagian risiko di atas berkurang dengan sendirinya karena jalurnya tidak dibiarkan terpasang berhari-hari dan lokasinya terlihat sepanjang waktu. Di Recovera, jalur dipasang dan dilepas dalam satu sesi yang sama, seluruh alat sekali pakai, dan tenaga medis berada di tempat selama sesi berlangsung.
Yang dilakukan saat flebitis dikenali
Langkah pertama adalah menghentikan pemberian lewat jalur itu dan melepas kateternya. Meneruskan pemberian lewat vena yang sedang meradang akan memperburuk keadaannya, seberapa pun perlunya cairan itu diberikan.
Jalur baru dipasang di lokasi lain, sebaiknya pada lengan yang berbeda, dan tidak di bagian yang lebih rendah dari vena yang bermasalah.
Lokasi bekas pemasangan dinilai dan dicatat, termasuk seberapa luas kemerahannya dan apakah venanya teraba mengeras. Pencatatan ini penting bukan untuk administrasi, melainkan supaya perkembangannya bisa dibandingkan pada penilaian berikutnya.
Penanganan setempat mengikuti ketentuan yang berlaku di tempatmu bekerja. Yang perlu dihindari adalah menganggap peradangan ringan pasti akan mereda sendiri lalu berhenti menilainya.
Kapan harus segera menghubungi tenaga medis
Nyeri yang bertambah, kemerahan yang meluas, atau bengkak yang membesar setelah jalur dilepas.
Demam yang muncul setelah pemasangan infus, terutama bila disertai keluhan pada lokasi tusukan.
Keluar cairan atau nanah dari lokasi tusukan.
Garis kemerahan yang memanjang menjauhi lokasi tusukan.
Vena yang mengeras dan nyeri dan tidak membaik dalam beberapa hari.
Keluhan-keluhan itu perlu dinilai langsung, bukan ditunggu. Peradangan ringan yang membaik sendiri memang umum, tapi membedakannya dari yang berkembang menjadi infeksi hanya bisa dilakukan lewat pemeriksaan.
Untuk pasien dan keluarga, satu hal yang berguna diingat: keluhan pada bekas tusukan infus yang muncul setelah pulang tetap layak dilaporkan, bahkan ketika jalurnya sudah dilepas beberapa hari sebelumnya. Peradangan tidak selalu muncul saat jalurnya masih terpasang.
Halaman ini disusun tim Recovera, layanan terapi vitamin drip yang datang ke lokasi di area Jabodetabek. Protokol medis layanan kami diawasi dr. Ahmad Fauzan, M.Ked (Cardio), Sp.JP dan dr. Cut Hafiah Halidha, M.Gizi, SpGK.
Pertanyaan yang sering ditanya
Apa itu flebitis?+
Flebitis adalah peradangan pada dinding pembuluh darah vena. Dalam konteks pemasangan infus, ia termasuk komplikasi yang paling sering, dan umumnya muncul di sekitar lokasi tusukan sebagai nyeri, kemerahan, dan bengkak.
Apa tanda-tanda flebitis?+
Nyeri atau perih di sekitar lokasi tusukan, kemerahan yang kadang memanjang mengikuti arah vena, bengkak, kulit yang terasa hangat, dan vena yang teraba mengeras seperti tali. Tandanya muncul bertahap, sehingga penilaian lokasi dilakukan berkala.
Apa penyebab flebitis pada pemasangan infus?+
Tiga jalur yang biasa disebut: rangsangan mekanis dari kateter yang bergerak atau ukurannya tidak sepadan, rangsangan kimia dari cairan atau obat yang mengiritasi, dan jalur bakteri yang berkaitan dengan kebersihan saat pemasangan dan perawatan.
Bagaimana cara mencegah flebitis?+
Teknik aseptik saat pemasangan, alat sekali pakai dengan kemasan utuh, ukuran kateter terkecil yang memenuhi keperluan, fiksasi yang rapi, penutup lokasi yang kering, dan penilaian lokasi secara berkala selama jalur terpasang.
Berapa lama jalur infus sebaiknya terpasang?+
StatPearls menyebut konsensus ahli internasional merekomendasikan lama pemasangan umumnya dijaga di bawah empat hari untuk menekan kejadian flebitis dan infiltrasi. Ketentuan di tempatmu bekerja bisa mengatur lebih rinci dari itu.
Kapan flebitis perlu diperiksa langsung?+
Bila nyeri bertambah, kemerahan meluas, muncul demam setelah pemasangan infus, ada cairan atau nanah dari lokasi tusukan, ada garis kemerahan yang memanjang menjauhi lokasi, atau vena mengeras dan nyeri tanpa membaik dalam beberapa hari.
Sumber
- Peripheral Line Placement — StatPearls Publishing, via NCBI Bookshelf (NIH)


