Balance cairan: rumus, IWL, dan contoh perhitungannya

Balance cairan adalah selisih antara jumlah cairan yang masuk ke tubuh dan jumlah yang keluar dalam satu periode, umumnya dua puluh empat jam. Angkanya dipakai untuk menilai apakah tubuh sedang menahan cairan, kehilangan cairan, atau berada di titik seimbang.
Yang membuatnya sering keliru bukan pengurangannya, melainkan komponen yang mudah terlewat: cairan yang keluar tanpa terlihat, dan cairan yang dihasilkan tubuh sendiri. Halaman ini membahas keduanya, lalu mengerjakan tiga contoh sampai selesai.
Rumusnya
Balance cairan = total intake dikurangi total output.
Sederhana di permukaan, dan seluruh ketelitiannya justru ada pada apa saja yang dimasukkan ke dua sisi itu. Sisi yang tertinggal satu komponen akan menghasilkan angka yang terlihat meyakinkan tapi salah arah.
Komponen intake
Cairan oral: semua yang diminum, termasuk air, teh, kuah, dan susu. Cairan dalam makanan padat umumnya tidak dihitung terpisah kecuali institusi tempatmu bekerja mengatur sebaliknya.
Cairan parenteral: seluruh cairan infus yang masuk, ditambah obat yang diberikan dalam bentuk cairan dan cairan pembilas jalur.
Air metabolisme: cairan yang dihasilkan tubuh sendiri dari proses metabolisme. Ini komponen yang paling sering terlupa karena tidak terlihat masuk dari mana pun. Perkiraan yang lazim dipakai dalam praktik keperawatan di Indonesia adalah 5 mL per kilogram berat badan per hari.
Komponen output
Urine, diukur dari jumlah yang tertampung. Ini komponen terbesar dan paling mudah dihitung.
Feses, dengan perkiraan yang lazim sekitar 100 mL per hari pada keadaan normal. Angkanya menjadi jauh lebih besar bila ada diare, dan dalam keadaan itu harus diukur, bukan diperkirakan.
Muntah, cairan drainase, perdarahan, dan cairan yang keluar lewat selang. Semuanya diukur bila ada.
IWL, yaitu cairan yang hilang tanpa disadari. Bagian berikutnya membahasnya tersendiri karena inilah komponen yang paling sering salah dihitung.
IWL: cairan yang hilang tanpa terlihat
IWL singkatan dari insensible water loss, yaitu cairan yang meninggalkan tubuh lewat penguapan di kulit dan lewat napas. Disebut tidak terasa karena tidak terlihat sebagai keringat yang menetes dan tidak bisa ditampung, tapi jumlahnya tidak kecil.
Perkiraan yang lazim dipakai dalam praktik keperawatan di Indonesia adalah 15 mL per kilogram berat badan per hari. Untuk orang dengan berat 60 kg berarti sekitar 900 mL sehari, dan angka sebesar itu jelas tidak bisa diabaikan.
Pada keadaan demam, penguapan bertambah. Penyesuaian yang lazim dipakai adalah menambahkan 200 mL untuk setiap satu derajat Celsius di atas 36,8. Suhu ruangan yang panas, napas yang cepat, dan luka bakar juga menaikkannya, dan pada keadaan seperti itu perkiraan sederhana ini sudah tidak memadai.
Perlu ditegaskan: angka 15 dan 5 di atas adalah perkiraan yang dipakai untuk perhitungan harian rutin, bukan nilai pasti yang berlaku untuk semua orang. Sebagian institusi memakai angka atau cara yang sedikit berbeda, dan yang berlaku bagimu adalah ketentuan tempatmu bekerja.
Contoh 1: keadaan biasa, tanpa demam
Pasien dengan berat badan 60 kg. Dalam dua puluh empat jam: minum 1.500 mL, cairan infus 1.000 mL, urine 1.400 mL, feses diperkirakan 100 mL, tidak ada muntah dan tidak demam.
Intake: 1.500 ditambah 1.000, ditambah air metabolisme 5 dikali 60 sama dengan 300. Totalnya 2.800 mL.
Output: 1.400 ditambah 100, ditambah IWL 15 dikali 60 sama dengan 900. Totalnya 2.400 mL.
Balance: 2.800 dikurangi 2.400 sama dengan positif 400 mL.
Contoh 2: dengan demam
Pasien dengan berat badan 50 kg dan suhu 38,8 derajat Celsius. Dalam dua puluh empat jam: minum 1.000 mL, cairan infus 500 mL, urine 900 mL, feses 100 mL.
Intake: 1.000 ditambah 500, ditambah air metabolisme 5 dikali 50 sama dengan 250. Totalnya 1.750 mL.
IWL dasar: 15 dikali 50 sama dengan 750. Penyesuaian demam: 200 dikali selisih suhu, yaitu 38,8 dikurangi 36,8 sama dengan 2 derajat, jadi 200 dikali 2 sama dengan 400. IWL totalnya 750 ditambah 400 sama dengan 1.150 mL.
Output: 900 ditambah 100 ditambah 1.150 sama dengan 2.150 mL.
Balance: 1.750 dikurangi 2.150 sama dengan negatif 400 mL. Perhatikan bahwa tanpa memasukkan penyesuaian demam, hasilnya akan terbaca nol dan pasien tampak seimbang padahal sedang kehilangan cairan.
Contoh 3: ada muntah
Pasien dengan berat badan 70 kg, tidak demam, tapi muntah tertampung 300 mL. Dalam dua puluh empat jam: minum 800 mL, cairan infus 1.500 mL, urine 1.600 mL, feses 100 mL.
Intake: 800 ditambah 1.500, ditambah air metabolisme 5 dikali 70 sama dengan 350. Totalnya 2.650 mL.
Output: 1.600 ditambah 100, ditambah IWL 15 dikali 70 sama dengan 1.050, ditambah muntah 300. Totalnya 3.050 mL.
Balance: 2.650 dikurangi 3.050 sama dengan negatif 400 mL.
Apa arti hasil positif dan negatif
Hasil positif berarti yang masuk lebih banyak daripada yang keluar dalam periode itu. Ini bisa berarti tubuh sedang mengganti kekurangan sebelumnya, atau berarti cairan sedang tertahan.
Hasil negatif berarti yang keluar lebih banyak daripada yang masuk. Ini bisa berarti kelebihan cairan sedang dikeluarkan sesuai rencana, atau berarti tubuh sedang kehilangan lebih cepat daripada yang bisa digantikan.
Angka nol bukan otomatis yang terbaik. Yang menentukan bukan angkanya sendiri, melainkan apakah arah dan besarannya sesuai dengan kondisi dan rencana yang sedang dijalankan.
Kapan angkanya menandakan sesuatu yang perlu perhatian
Selisih yang besar dan konsisten ke satu arah selama beberapa hari berturut-turut lebih bermakna daripada satu angka yang menyimpang di satu hari.
Balance yang tidak cocok dengan tanda lain juga perlu diperiksa ulang. Angka positif besar sementara berat badan tidak berubah dan tidak ada bengkak biasanya menandakan ada komponen output yang terlewat dihitung, bukan penemuan klinis.
Dan angka yang tampak seimbang pada pasien yang demam, muntah, atau diare hampir selalu perlu diteliti ulang, karena komponen yang paling sering terlewat justru muncul pada keadaan-keadaan itu.
Perhitungan ini alat bantu pemantauan, bukan penegak diagnosis. Ia dibaca bersama tanda vital, berat badan harian, dan keadaan pasien, bukan dibaca sendirian.
Halaman ini disusun tim Recovera, layanan terapi vitamin drip yang datang ke lokasi di area Jabodetabek. Protokol medis layanan kami diawasi dr. Ahmad Fauzan, M.Ked (Cardio), Sp.JP dan dr. Cut Hafiah Halidha, M.Gizi, SpGK.
Pertanyaan yang sering ditanya
Apa rumus balance cairan?+
Balance cairan sama dengan total intake dikurangi total output. Intake mencakup cairan oral, cairan parenteral, dan air metabolisme. Output mencakup urine, feses, IWL, serta muntah dan drainase bila ada.
Bagaimana cara menghitung IWL?+
Perkiraan yang lazim dipakai dalam praktik keperawatan di Indonesia adalah 15 mL per kilogram berat badan per hari. Pada demam, ditambahkan sekitar 200 mL untuk setiap satu derajat Celsius di atas 36,8. Sebagian institusi memakai ketentuan yang sedikit berbeda.
Apakah air metabolisme ikut dihitung?+
Ya, dan ini komponen yang paling sering terlupa karena tidak terlihat masuk dari mana pun. Perkiraan yang lazim adalah 5 mL per kilogram berat badan per hari, dimasukkan ke sisi intake.
Apa arti balance cairan negatif?+
Artinya cairan yang keluar lebih banyak daripada yang masuk dalam periode itu. Ini bisa sesuai rencana bila memang sedang mengeluarkan kelebihan cairan, atau menandakan kehilangan yang lebih cepat daripada penggantiannya. Angkanya dibaca bersama tanda lain, bukan sendirian.
Kenapa hasil balance saya nol padahal pasien demam?+
Kemungkinan besar penyesuaian demam pada IWL belum dimasukkan. Tanpa tambahan sekitar 200 mL per derajat di atas 36,8, output akan terhitung terlalu kecil dan pasien tampak seimbang padahal sedang kehilangan cairan.
Berapa lama periode yang dihitung?+
Umumnya dua puluh empat jam, tapi sebagian tempat menghitung per giliran jaga atau per delapan jam. Yang penting periode intake dan output-nya sama, dan angka perkiraan seperti IWL disesuaikan dengan panjang periodenya.


