RECOVERA
← Semua artikelKesehatan

Cara mengatasi masuk angin, mual, dan perut kembung

Kesehatan · 7 menit baca
Ditinjau Terbit
Cara mengatasi masuk angin, mual, dan perut kembung

Masuk angin adalah salah satu keluhan yang paling sering diucapkan di Indonesia, dan sekaligus salah satu yang paling sulit didefinisikan. Ia bukan satu penyakit dengan satu penyebab, melainkan payung untuk sekumpulan rasa tidak enak badan: perut kembung, mual, sendawa terus-menerus, badan pegal, meriang, kadang disertai mencret.

Namanya menyebut angin, tapi tidak ada angin yang benar-benar masuk ke dalam tubuh. Istilah ini lahir dari cara orang menjelaskan rasa tidak enak badan yang datang bersamaan, bukan dari satu penyebab tunggal. Dalam pemeriksaan medis, keluhan-keluhan itu biasanya berujung pada hal yang berbeda-beda: gangguan lambung, infeksi ringan, kelelahan, atau kekurangan cairan.

Kerokan dan minuman herbal termasuk yang paling sering dipakai, dan buat sebagian orang memang terasa melegakan. Tapi rasa lega itu tidak sama dengan penyebabnya hilang, dan tidak menggantikan kewaspadaan terhadap tanda yang berbahaya. Kalau keluhannya memburuk, yang menentukan tetap tandanya, bukan seberapa enak badan terasa setelah dikerok.

Karena bukan satu penyakit, tidak ada satu obat yang menjawab semuanya. Yang bisa dilakukan adalah mengenali mana yang biasanya mereda sendiri, mana yang perlu ditangani, dan mana yang tandanya harus dibawa ke dokter.

Yang biasanya membantu lebih dulu

Untuk sebagian besar kasus, jawabannya sederhana dan tidak memerlukan tindakan apa pun: istirahat. Berhenti mendorong tubuh selama satu hari sering menyelesaikan lebih banyak daripada yang diperkirakan orang.

Minum yang cukup, dan lebih baik hangat. Cairan hangat lebih nyaman diterima perut yang sedang tidak enak, dan minum sedikit-sedikit tapi sering biasanya lebih bertahan daripada minum banyak sekaligus saat sedang mual.

Makan dalam porsi kecil dan bertahap. Perut yang kembung tidak butuh dipaksa penuh, tapi juga tidak membaik kalau dikosongkan seharian. Makanan yang mudah dicerna lebih dulu, lalu kembali normal saat sudah terasa lebih enak.

Obat pereda gejala boleh dipakai sesuai keperluan: penurun demam kalau meriang, obat mual atau antasida kalau lambungnya yang bermasalah, dan oralit kalau ada mencret yang membuat cairan banyak keluar. Kalau ragu memilih, tanyakan ke apoteker. Ini bukan hal yang perlu ditebak sendiri.

Yang sebaiknya tidak dilakukan: menunggu terlalu lama sambil terus bekerja. Sebagian besar keluhan ini memburuk bukan karena penyebabnya berat, tapi karena tubuh tidak pernah diberi jeda untuk menanganinya.

Kapan harus ke dokter, bukan ditunggu

Ada tanda-tanda yang tidak boleh dianggap masuk angin biasa. Muntah terus-menerus sampai tidak ada yang bisa ditahan, demam tinggi yang tidak turun, nyeri perut yang hebat atau terpusat di satu titik, muntah atau buang air besar yang berdarah, mencret yang berlangsung lebih dari beberapa hari, atau tanda dehidrasi berat seperti urine yang sangat sedikit dan gelap, mulut kering sekali, pusing saat berdiri, dan lemas yang membuat sulit berjalan.

Pada anak kecil dan orang lanjut usia, ambangnya lebih rendah. Keduanya kehilangan cairan lebih cepat dan menunjukkan tandanya lebih lambat, jadi jangan menunggu sampai terlihat parah.

Kalau salah satu tanda itu ada, yang dibutuhkan pemeriksaan, bukan penopang. Keluhannya perlu diketahui penyebabnya lebih dulu, karena infeksi, gangguan lambung, dan hal lain yang serius bisa muncul dengan wajah yang mirip.

Kenapa sebagian orang mengalaminya berulang

Di sinilah pertanyaannya berubah. Kalau kamu mengalaminya sekali dalam setahun, itu kejadian biasa. Kalau kamu mengalaminya tiga kali dalam dua bulan, dan selalu di pekan yang paling padat, yang perlu dilihat bukan episodenya melainkan polanya.

Beberapa hal yang paling sering ada di balik pola itu, dan semuanya membosankan. Hidrasi yang selalu kurang, karena minum adalah hal pertama yang terlupa saat hari penuh. Makan yang sering terlewat lalu diganti satu porsi besar di malam hari, yang membuat lambung bekerja pada jam yang salah. Tidur yang tidak pernah tuntas, yang menurunkan toleransi tubuh terhadap hampir semua hal. Dan periode padat yang datang beruntun tanpa jeda pemulihan di antaranya.

Tidak satu pun dari itu terdengar seperti temuan besar. Tapi justru karena tidak dramatis, keempatnya paling sering dibiarkan. Yang sebenarnya berulang bukan masuk anginnya, melainkan kondisi yang membuat tubuh gampang tumbang.

Kalau polanya seperti itu, yang paling banyak mengubah keadaan adalah hal yang dikerjakan di hari-hari biasa, bukan yang dikerjakan saat sedang drop.

Di mana cairan lewat infus masuk akal, dan di mana tidak

Perlu dikatakan terus terang: infus bukan obat masuk angin. Tidak ada formula yang menyembuhkan sesuatu yang penyebabnya sendiri berbeda-beda dari satu orang ke orang lain.

Yang bisa ditopang cairan dan elektrolit hanya dua hal: dehidrasi ringan, dan asupan yang sedang berantakan. Kalau keluhanmu ternyata infeksi atau hal lain, itu perlu diobati, bukan ditopang, dan tidak ada gunanya menunda pemeriksaan.

Ada satu keadaan di mana jalur infus benar-benar punya kelebihan: ketika saluran cerna sedang tidak bisa diandalkan. Saat mual membuat apa pun yang ditelan tidak bertahan, minum yang biasanya cukup jadi tidak cukup, karena cairannya tidak sempat diserap. Di situ mengembalikan cairan lewat pembuluh darah memang bekerja lebih cepat.

Sebaliknya, selama air yang kamu minum masih bertahan di dalam, jalur mulut sudah menjawab kebutuhannya, dan biayanya nyaris nol. Itu jawaban yang jujur, dan tidak berubah hanya karena kami menjual layanannya.

Kalau memang perlu, tanpa keluar rumah

Hal terakhir yang diinginkan orang yang sedang drop adalah menyetir, mengantre, lalu duduk di ruang tunggu. Untuk keadaan seperti itu, sesi bisa dilakukan di tempatmu berada. Tenaga medis datang, sesi diawali skrining, dan kalau dari skrining terlihat keluhanmu perlu diperiksa dokter, itu yang akan disarankan. Cara kerjanya dijelaskan lebih lengkap di halaman layanan drip di rumah, kantor, dan hotel.

Dan kalau setelah membaca ini kamu menyimpulkan bahwa yang kamu butuhkan hari ini cuma tidur lebih awal dan minum lebih banyak, itu kesimpulan yang benar. Untuk sebagian besar hari, memang itu jawabannya.

Catatan: artikel ini bersifat edukasi umum, bukan anjuran medis personal. Untuk kebutuhan spesifik, konsultasikan dulu dengan tenaga medis. Di Recovera, tiap sesi diawali skrining kondisi.

Pertanyaan yang sering ditanya

Cara mengatasi masuk angin yang paling cepat apa?+

Tidak ada satu cara cepat, karena masuk angin bukan satu penyakit. Yang paling sering membantu adalah berhenti beraktivitas selama sehari, minum hangat sedikit-sedikit tapi sering, makan porsi kecil yang mudah dicerna, dan memakai obat pereda gejala sesuai keluhannya. Sebagian besar kasus mereda sendiri dalam satu sampai tiga hari.

Obat mual dan masuk angin sebaiknya yang mana?+

Tergantung keluhan yang paling menonjol. Antasida untuk lambung yang perih atau kembung, obat mual untuk mual yang mengganggu, penurun demam kalau meriang, dan oralit kalau ada mencret. Kalau ragu memilih, tanyakan ke apoteker. Kalau keluhannya tidak membaik dalam beberapa hari, periksakan.

Kenapa perut kembung dan sendawa terus saat masuk angin?+

Biasanya karena pola makan yang terganggu: makan terlambat, porsi besar sekaligus, atau lambung yang kosong terlalu lama lalu diisi mendadak. Stres dan kurang tidur juga memengaruhi kerja saluran cerna. Kalau kembungnya disertai nyeri hebat atau muntah berdarah, itu bukan masuk angin biasa dan perlu diperiksa.

Apakah infus bisa menyembuhkan masuk angin?+

Tidak, dan tidak ada layanan yang jujur akan mengatakan sebaliknya. Karena penyebabnya berbeda-beda dari satu orang ke orang lain, tidak ada satu tindakan yang menjawab semuanya. Cairan dan elektrolit hanya menopang dua keadaan: tubuh yang kekurangan cairan, dan asupan yang sedang berantakan. Di luar itu, penyebabnya perlu dicari lebih dulu.

Kapan mual sebaiknya diperiksa dokter?+

Begitu mualnya tidak lagi berdiri sendiri. Muntah yang tidak berhenti, demam yang tidak turun, nyeri perut yang hebat, darah pada muntahan, atau kamu sudah tidak bisa menahan cairan sama sekali — semuanya menandakan ada yang perlu dicari penyebabnya. Pada anak kecil dan orang lanjut usia, jangan menunggu selama itu.

Kenapa saya sering masuk angin tiap kali jadwal padat?+

Yang berulang biasanya bukan penyakitnya, melainkan kondisi yang membuat tubuh gampang tumbang: minum yang selalu kurang, makan yang sering terlewat, tidur yang tidak pernah tuntas, dan periode padat yang datang beruntun tanpa jeda. Yang paling banyak mengubah keadaan adalah kebiasaan di hari biasa, bukan tindakan saat sedang drop.

Sumber

  1. Diarrhoea and vomitingNHS
  2. Symptoms & Causes of DiarrheaNational Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIH)
  3. Diarrhoeal diseaseWorld Health Organization
Rekomendasi

Drip mana yang cocok untuk kondisi ini?

Masih ragu mana yang paling pas? Jawab beberapa pertanyaan singkat dan biar sistem yang menyarankan.

Baca juga